Untung Jutaan Bisnis Buah Tin Olahan

Sejak awal tahun, pohon tin menjadi primadona para pencinta tanaman di wilayah Soloraya. Mereka mengoleksi ratusan batang tanaman bernama latin Ficus carica itu. Awalnya, prospek budidaya mengarah ke produksi bibit, namun belakangan mereka mulai mengolah daun dan buahnya menjadi sumber pangan.

Daun dan buah tin dipercaya memiliki khasiat yang tak sedikit. Berbagai penelitian menyebutkan buah tin kaya antioksidan sehingga cocok untuk menjaga stamina tubuh. Sedangkan daun tin, dapat diolah menjadi teh untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan.

Khasiat tersebut tak hanya berasal dari satu varietas tin, tapi hampir seluruhnya. Mulai dari yang paling jamak dibudidayakan, yakni green jordan, purple jordan, dan brown turky hingga khurtmani (red turky), osborn prolifik, red palestine, dan sultan.

Khasiat Buah Tin

Salah satu di antara buah-buahan yang disebut dalam Alquran selain zaitun adalah buah tin. Buah ini diduga sudah digunakan sejak ratusan tahun sebelum Masehi. Karena khasiatnya yang sungguh luar biasa, ada baiknya kita rutin mengonsumsi buah tin.

Sebuah hadits shahih Bukhari mencatat apa yang disampaikan Nabi Muhammad tentang buah tin yang dapat mencegah wasir dan mengatasi gangguan gout alias asam urat. Buah tin bisa dimakan dalam keadaan segar. Karena buahnya tidak bisa bertahan lama setelah dipetik, buah tin akan segera dikeringkan setelah dipanen dan diolah menjadi berbagai makanan. Salah satunya adalah selai.

Rekomendasi: Jual Buah Tin Harga Murah Berkualitas Super

Daerah asal pohon tin adalah Timur Tengah, yang menyebar sampai ke Afghanistan dan Portugal. Pohon tin juga menghasilkan cairan lateks yang keluar dari batangnya. Cairan ini seperti susu dan dapat menyebabkan iritasi terhadap kulit manusia. Pohon tin bisa tumbuh sampai 10 meter. Daunnya sekilas tampak seperti daun ubi atau pepaya. Ketika mentah, buah tin berwarna hijau dan saat matang akan berubah menjadi ungu. Jika digigit akan menimbulkan aroma semerbak serta rasa seperti buah jambu biji. Kandungan tannin di dalamnya membuat buah tin begitu empuk saat digigit, dan terasa kelat.

Menurut guru besar Departemen Farmakognosi dan Fitokimia Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof Dr Mangestuti Agil MS Apt, pohon tin atau yang populer dengan sebutan pohon fig mempunyai nama ilmiah Ficus carica dari suku Moraceae. Di dalam 100 g buah tin kering yang belum diolah, terkandung bermacam vitamin dan mineral. Sebuah penelitian menyebutkan tin termasuk kelompok tanaman yang mempunyai kandungan vitamin C dan serat tertinggi. Karenanya, tin berkhasiat sebagai antioksidan.

‘’Secara empiris daun tin berkhasiat mengobati pembengkakan karena berbagai sebab, termasuk wasir dan gigitan serangga. Manfaat tin sebagai anti inflamasi (anti radang), juga sudah terbukti melalui sebuah penelitian. Selain itu, penelitian lain juga membuktikan pemberian ekstrak tin yang mengandung senyawa steroid dan flavonoid pada mencit (tikus kecil), dapat menghambat sel kanker hati pada hewan itu,’’ ujar Mangestuti.

Dalam pengobatan rakyat, lanjutnya, tin digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit akibat infeksi. Sebuah penelitian membuktikan, ekstrak getah lateks berkhasiat sebagai anti bakteri. Semua bagian tanaman tin bekerja sebagai anti diare, yang ditimbulkan oleh kerja zat kandungan golongan tannin dan flavonoid.

‘’Buah tin dapat langsung dimakan ketika sudah masak. Rasanya lezat dan semua orang pasti suka. Yang perlu Anda ketahui, mengonsumsi buah yang satu ini secara rutin akan bermanfaat untuk menunjang kesehatan kita,’’ ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *